Sementara itu, Bukik, pemerhati pendidikan, mempertanyakan penggunaan Taruna Nusantara sebagai salah satu referensi dalam pengembangan Program Kelas Khusus. Ia mengingatkan bahwa amanat konstitusi adalah mencerdaskan kehidupan bangsa secara menyeluruh, sehingga pemerintah perlu memastikan program tersebut tidak mengurangi perhatian terhadap peserta didik di kelas reguler. Bukik juga meminta penjelasan mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap peserta didik dalam program tersebut.
Menjawab hal itu, Dwi Ariyatno menjelaskan bahwa Taruna Nusantara hanya dijadikan salah satu referensi dalam pengembangan sistem pembelajaran dan pembentukan karakter, bukan sebagai model yang akan diterapkan secara utuh. Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan per peserta didik saat ini masih mengalami defisit sekitar Rp800 ribu per tahun, yang menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Anggota DPRD Kota Surakarta, Yanuar, turut menyatakan dukungannya terhadap inovasi Program Kelas Khusus sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Surakarta. Menurutnya, dari sisi daya tampung, Surakarta telah memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pendidikan jenjang SMP, sehingga peningkatan kualitas layanan menjadi agenda yang perlu terus didorong.
Diskusi ditutup dengan komitmen untuk terus membangun dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat sipil. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan mengusulkan agar pertemuan berikutnya membahas perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mengingat masih terdapat tantangan dalam mewujudkan layanan PAUD yang merata bagi seluruh anak di Kota Surakarta.
Melalui forum ini, Jaringan Kerja MPPS berharap ruang dialog yang terbuka dapat terus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan pendidikan. Dengan demikian, setiap inovasi yang dilakukan pemerintah tetap berpijak pada prinsip keadilan, inklusivitas, serta pemenuhan hak atas pendidikan bagi seluruh anak. (Yoh.Handharu/Renny Talitha)